Kurniawan Agixe • 16 Maret 2026

Cari Tips Wirausaha Malah Muncul Paha: Bukti TikTok Adalah Media Sosial Paling Absurd di Dunia?

Sumber Gambar: Freepik mrsiraphol

Pernahkah Anda membuka kolom pencarian, mengetik sesuatu yang berfaedah--katakanlah "strategi bisnis" atau "tips wirausaha" --lalu yang muncul di layar justru deretan video vulgar yang sama sekali tidak relevan? Jika iya, Anda tidak sendirian. Fenomena ini memicu pertanyaan besar yang belakangan ramai diperbincangkan: "Apakah TikTok telah menjadi media sosial paling absurd di dunia?"

Meski terdengar skeptis, bagi mereka yang benar-benar ingin menggali ilmu, platform ini sering kali terasa seperti labirin yang dipenuhi jebakan konten sampah

1. "Keyword Hijacking": Parasit di Balik Tagar

Masalah utama bukan pada minat Anda, melainkan pada ekosistem konten yang korup. Akun-akun penyebar konten vulgar atau bot menggunakan teknik keyword hijacking. Mereka tahu "wirausaha", "tips sukses", atau "motivasi" adalah kata kunci dengan volume pencarian tinggi.

Dengan menyelipkan kata kunci tersebut di deskripsi video yang isinya pamer fisik, mereka berhasil "menipu" mesin pencari. Hasilnya? Konten sampah masuk ke jalur distribusi edukasi. Inilah yang membuat kesan "Absurd" itu muncul: sistem yang membiarkan konten tidak nyambung merusak pengalaman pengguna demi angka klik.

2. Algoritma yang "Buta Huruf" dan Haus Dopamin

Meskipun perusahaan teknologi raksasa mengklaim memiliki kecerdasan buatan (AI) yang canggih, kenyataannya sistem mereka sering kali "buta huruf" terhadap konteks. Algoritma lebih mementingkan retensi (seberapa lama orang terpaku di layar) daripada relevansi.

Secara biologis, otak manusia dirancang untuk bereaksi terhadap rangsangan visual yang mencolok. Ketika video vulgar muncul di pencarian serius, dan kita terhenti sejenak karena bingung, algoritma salah sangka. Ia mencatat itu sebagai "ketertarikan". Sistem menganggap video itu sukses, lalu menyebarkannya lebih luas lagi. Di sinilah siklus "pembodohan" itu dimulai.

3. Matinya Moderasi Manusia

Kita sedang hidup di era di mana moderasi konten hampir sepenuhnya diserahkan kepada bot. Masalahnya, bot sulit membedakan antara konten yang benar-benar edukatif dengan konten yang hanya "bertopeng" edukasi. Selama video tersebut tidak melanggar aturan pornografi secara eksplisit, sistem sering kali meloloskannya.

Lantas, Bagaimana Cara "Membersihkan" Beranda Kita?

Jangan biarkan algoritma mendikte apa yang harus Anda lihat. Ada beberapa langkah praktis agar pencarian Anda kembali waras:

  • Jangan Beri Panggung: Jika muncul konten yang tidak relevan, segera geser (swipe). Menontonnya selama 3 detik saja sudah cukup bagi algoritma untuk mengira Anda menyukainya.

  • Gunakan Fitur "Not Interested": Ini adalah cara manual untuk melatih ulang sistem agar tahu bahwa Anda sedang mencari ilmu, bukan konten murah.

  • Cari Akun Spesifik: Alih-alih mencari topik umum, carilah nama-nama praktisi bisnis atau kreator yang sudah kredibel.

Kesimpulan

Fenomena munculnya konten tidak relevan saat mencari topik serius di TikTok bukan semata-mata karena kesalahan pengguna, tetapi juga akibat cara kerja ekosistem platform itu sendiri. Praktik keyword hijacking, algoritma yang lebih memprioritaskan perhatian daripada relevansi, serta moderasi otomatis yang terbatas membuat konten hiburan dangkal sering bercampur dengan konten edukasi.

Namun, menyebut sebuah platform sebagai "paling absurd" mungkin terlalu menyederhanakan masalah. Media sosial pada dasarnya hanya memantulkan pola perilaku penggunanya: apa yang paling banyak diklik, ditonton, dan direspons, itulah yang akan terus diperkuat oleh algoritma.

Karena itu, kunci utamanya ada pada cara kita menggunakan platform tersebut. Dengan lebih selektif dalam menonton, aktif menggunakan fitur Not Interested, serta mengikuti kreator yang kredibel, pengguna dapat membantu "melatih" algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan dan bermanfaat.

Pada akhirnya, algoritma hanyalah cermin. Jika kita ingin melihat konten yang lebih cerdas, kita harus mulai dengan menjadi pengguna yang lebih tegas dalam memilih.

Artikel Terkait

Bangun Sistem Digital Lebih Cepat, Aman, dan Scalable

Partner digital Anda dalam membangun sistem modern, aman, dan terus berkembang seiring tumbuhnya bisnis.